Sejarah pertandingan Sabung Ayam Di Indonesia

05/10/2018

Permainan sabung ayam adalah sebuah tradisi jaman dahulu yang biasanya akan mengadu sesama jenis ayam jantan. Di mana permainan tersebut bisa dikatakan sudah mempunyai tradisi sendiri di seluruh penjuru Indonesia yang sudah sangat terkenal sejak jaman nenek moyang kita di Indonesia. Arti Sabung Ayam bukanlah sekedar adu ayam saja, tetapi sudah menjadi tradisi di masing - masing daerah di Indonesia yang sudah di wariskan secara turun temurun. Namun dengan perkembangan jaman yang sudah semakin canggih, sabung ayam kini sudah dijadikan sebuah ajang pertaruhan dengan sejumlah taruhan uang.

Dengan dibukanya sebuah ajang laga sabung ayam, tentunya pemerintah Indonesia sangat melarang segala jenis pertaruhan di Indonesia. Karena kejadian tersebut banyak dari aparat kepolisian setempat yang sudah mengetahui adanya sebuah lokasi atau arena pertaruhan sabung ayam, dengan sangat tegas aparat kepolisian anda segera menangkap para pemain yang sudah berkumpul sekitaran arena sabung ayam tersebut.

Banyak sekali daerah di Indonesia yang menjadikan sabung ayam sebagai tradisi yang sudah ada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu dengan berbagai macam sebutan di kalangan masyarakat setempat. Seharusnya sabung ayam tersebut harus lebih di perhatikan lagi antara pertaruhan dan tradisi / ritual agama. Sabung ayam mulanya adalah digunakan untuk sebuah acara ritual dalam keagamaan, akan tetapi seiring dengan berkembangnya waktu demi waktu sampai saat ini tradisi tersebut sudah menjadi ajang pertaruhan yang dapat mempertaruhkan sejumlah uang tentunya.

Berikut Adalah Beberapa tradisi sabung ayam di Indonesia :

1. Jawa
Sejarah sabung ayam di jawa berasal dari cerita rakyat yaitu Cindelaras. Di mana Raja Jenggala yang memutuskan untuk mengadu ayam sakti Cindelaras dengan ayam miliknya. Dalam sebuah pertarungan yang jika ayam Cindelaras kalah maka dia harus dihukum pancung tetapi jika menang maka setengah dari kekayaan Raja Jenggala bisa menjadi milik Cindelaras. Pertarungan sabung ayam pun dimulai dengan menyatakan bahwa ayam Cindelaras mampu mengalahkan ayam milik sang raja Jenggala hanya dalam waktu singkat. Akhirnya Raja Jenggala mengakui kehebatan ayam milik Cindelaras dan mengakui bahwa dia adalah putranya yang lahir dari permaisurinya yang telah di asingkan karena rasa iri dari selir kerajaan.

Ternyata sabung ayam juga berperan penting dalam pembentukkan politik di tanah jawa ini, pasalnya dahulu kala ada sebuah kerajaan Singosari mengadakan sabung ayam dan dalam acara tersebut dilarang membawa senjata apapun juga salah satunya adalah keris.
Anusapati yang berencana untuk mengikuti acara sabung ayam tersebut, namun sang ibu yaitu Ken Dedes yang menasihatinya agar tidak melepaskan keris yang melekat di tubuhnya. Pada saat itu acara sabung ayam sudah berlangsung dan Anusapati melepaskan keris yang dibawanya dan ternyata pada saat itu berlangsung kekacauan yang sangat besar sehingga menewaskan Anusapati yang dibunuh oleh Tohjaya yang merupakan adik kandung Anusapati.

2. Bugis
Dalam masyarakat bugis ternyata sabung ayam juga sudah menjadi sebuah tradisi yang sudah dikenal lama dan sudah melekat hingga kini. Menurut Gilbert Hamonic bahwa masyarakat bugis terkenal dengan mitologi ayamnya, hal ini dapat dibuktikan dengan pemberian gelar kepada Sultan Hasanudin yaitu Haanties Van Het Oosten yang berarti Ayam Jantan dari Timur.
Tokoh Sawerigading yang merupakan tokoh utama dalam epic mitik sangat menyukai sabung ayam, hal ini sudah diceritakan dalam kitab La Galigo. Di mana dalam kitab tersebut juga sudah diceritakan bahwa orang jaman dahulu yang dikatakan belum pemberani jika belum memiliki kebiasaan berjudi, minum arak, dan adu ayam atau taruhan sabung ayam, sehingga seseorang harus bisa membuktikan ketiga hal tersebut jika ingin dikatakan pemberani.

3. Bali
Masyarakat Bali sering menyebut sabung ayam sebagai Tajen yang berasal dari Tabuh Rah yang merupakan salah satu upacara adat masyarakat Hindu. Di mana upacaya ini bertujuan untuk mengagungkan dan mengharmoniskan hubungan manusia dan Buddha yang agung, Dalam upacara ini biasanya menggunakan beberapa hewan peliharaan untuk di kurbankan seperti kerbau, babi, itik, ayam, dan binatang ternak lainnya. Cara pengorbanan hewan - hewan ini yaitu dengan menyembelih bagian leher binatang setelah dibacakan mantra oleh pemuka agama. Upacara adat yang menggunakan sabung ayam yaitu Lontar Yadnya Prakerti, sabung ayam dalam upacara adat ini bertujuan untuk mengadakan pertarungan suci dan ternyata tradisi ini telah dilakukan sejak jaman purba. Hal ini berdasarkan dari Prasasti Batur dan Prasasti Batuan pada tahun 944 saka.

Terima kasih sudah mengunjungi artikel kami, semoga dapat memberikan anda informasi serta wawasan tetang " sejarah pertandingan sabung ayam di Indonesia ".